Mengajarkan anak-anak membuat kegiatan pada Meriahnya kemerdekaan Indonesia

Sudahkah Indonesia merdeka??? Kita memang tak lagi dijajah oleh Belanda, tak lagi dipaksa membuat jalan dengan romusha oleh Jepang. Tapi kalau melihat tingkah laku anak-anak muda dan pelajar jaman sekarang yang menghabiskan waktu mereka tiap hari untuk bermain game di warnet, fesbukan, sms-an dan pacaran hingga tengah malam, nampaknya perlu kita pertanyakan lagi hakikat kemerdekaan Indonesia. Karena itu penting sekali mendidik dan membiasakan anak-anak didik kita dengan kegiatan yang bisa menginspirasi mereka menjadi pribadi yang bermanfaat dan gemar membuat kegiatan untuk masyarakatnya kelak.

Bagi kami di SMP Islam Prestasi, kegiatan-kegiatan pembinaan seperti itulah yang menjadi fokus kami. Karena kami percaya kegiatan dan pembiasaan seperti itulah yang akan membentuk karakter siswa di masa depan nanti. Contohnya ketika merayakan kemerdekaan 17 Agustus kemarin kami mengajak anak-anak untuk mengadakan kegiatan baksos dan lomba agustusan. Jika kebanyakan pelajar diajak menjadi peserta lomba, berbeda dengan disini. Kami mengajarkan anak-anak untuk menjadi Event Organizer meramaikan agustusan di kampung. Dimulai beberapa minggu sebelumnya anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok EO untuk membentuk susunan kepanitiaan. Setelah itu kami umumkan ke warga sekitar khususnya anak-anak untuk ikut meramaikan.



Kegiatan dimulai saat malam agustusan dengan lomba sepakbola api. Tadinya kami berpikir mereka terlalu nekat dan kami sempat khawatir kalau lomba ini terlalu berbahaya. Tapi seketika kekhawatiran itu lenyap ketika api yang berkobar mengerikan itu disulap jadi permainan yang seru. Lomba berlangsung hingga tengah malam.
Di pagi harinya ditemani mentari yang bersinar hangat, tim Pasukan Prestasi mengikuti upacara 17 Agustus dengan khidmat. Setelah selesai, kami bergegas mempersiapkan semua peralatan lomba dan segera memulai semuanya. Mulai dari lomba balap kelereng, balap karung, pukul air, paku botol, maraton, dan lain-lain. Semua dilaksanakan dengan seru oleh masyarakat.
Dari sini siswa diajarkan untuk saling bekerja sama, kompak, dan terorganisir dalam melaksanakan kegiatan, selain itu karena mereka membaktikan diri untuk masyarakat tanpa imbalan, mereka juga sudah belajar ikhlas, tepat waktu dan ramah kepada lingkungan. INILAH WUJUD PENGALAMAN KURIKULUM PENDIDIKAN KARAKTER YANG SESUNGGUHNYA. Karena pendidikan tak selalu harus dilakukan di dalam kelas dengan buku dan pena.

0 comments: